Thursday, January 15, 2009

Dr. Bob Hampson


Brisbane, 9 Desember 2008

Assalamu’alaikum wr wb
Istriku terkasih,

Senang bisa menulis surat untukmu kembali, tambatan hatiku
Karena dengan menulis ini sebagian hasrat dan pikiranku terlepaskan,
Sebagaimana saat aku berada di sampingmu atau bercakap dengan mu

Kemarin, hari senin saat ada perkuliahan Statistik,
Dr. Bob Hampson, sang pengajar, di sela sela waktu ngajarnya
Bercerita betapa dia sangat menikmati bepergian ke Indonesia hanya dengan istrinya
Dia memulai perjalanan dari Denpasar
Dengan menggunakan moda transportasi darat di telusuri jalan Denpasar – Medan, selama 8 minggu
Dia jalani semuanya apa adanya,
Berdesakan di bus, katanya seperti ikan sardine
Bermalam di motel, makan di warung, menenteng ransel
Mereka menikmati perjalanan bak back packer
Dia senang sekali menceritakan hal itu, pertanda dia juga sangat menyukai perjalanan itu.

Dia cerita penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, gunung Bromo, Tangkuban prahu Bandung, Jakarta, penyeberangan Merak-Bakauheni, adu kerbau di Bukittinggi, dan danau Toba.
Padahal saat dia berangkat dia tak tahu bahasa Indonesia sama sekali, tapi dia merasa aman dan menikmatinya.
Saat itu umurnya 60 tahun, dia baru saja meminta pension dini sebagai dosen UQ.
Saat ini dia hanya dosen LB di UQ dan mengajar di beberapa PT lain dan bekerja part time di beberapa perusahaan.
Dengan demikian dia memiliki kebebasan yang sangat besar, tanpa merasa kekurangan penghasilan.

Aku merenung, apakah mungkin aku bisa seperti itu,
Bisa menikmati hidup merdeka denga istriku,
Pergi kemana kami suka, mengelilingi dunia tanpa takut,
Takut karena keamanan, takut karena keuangan, dan takut karena jadwal kerja
Kalau bisa, pertanyaan berikutnya kapan ya…………………

Semoga Allah menuntun jalan kita ya bu, kekasih hatiku
Gambar di atas itu adalah suasana di kelas dengan Dr. Bob

No comments: