Brisbane, 15 November 2008.
Assalamu'alaikum wr wb
Alhamdulillah, ibu masih sempat dan diberi kesempatan untuk menjalankan semua tugas dengan baik dan benar, semoga tetap mendapat kemudahan dan pertolongan dari Allah ta'ala. Amin.
Ya, masalah RT saya pikir, pengurus RT yang lain dapat melanjutkan pekerjaan ke RT an, mengenai Gakin sudah benar (coba ditawarkan ke pak Dahri, kalau mau?), ayah harap pak Emog berhasil kirim email ke ayah, sehingga bisa berkomunikasi lebih jauh, syukur kalau berlanjut. Nulis email itu ternyata tak gampang. Kadang macet setelah 2 atau 3 baris hehe..... (pengalaman pribadi).
Ranting Bagong bagaimana kabarnya, pengajian ahad pagi jalan terus? Persiapan Idul Adha bagaimana? Siapa jadinya khotibnya? Jadi pak Fasich?
Ayah juga bersyukur ibu masih sempat nulis email, meski jatah waktu nulisnya sudah malam mendekati jam 24 hehe.... jadi mesti ditutup dengan limang watt hehe....
Mengenai alQuran, ayah dulu juga pernah ditawari, ayah belum tertarik.
Titip salam aja untuk mas Tri, ibu datang sama siapa? anak2 diajak saja.
Dalam 2 minggu awal program ini, materi yang diberikan focus pada methodologi penelitian. Banyak hal yang dulu hanya kami ketahui, dengar dan tahu, sekarang dibahas secara mendalam dengan contoh2 internasional (sesuai dengan pengalaman pemateri). Selain pemateri dari The University of Queensland (UQ) juga ditampilkan pemateri kandidat doktor UQ dari Indonesia. Kebanyakan mereka hebat2, pemahaman dan penguasaan metodologi risetnya mengagumkan, membuat kami tercengang dan so pasti tak ngantuk hehe......
Seluruh materinya di sharekan lewat media pembelajaran elektronik yang bisa diakses lewat internet, sehingga kapanpun dan dimanapun dapat dibuka dan diunduh (download). Kalangan UQ menyebutnya Wiki dalam Blackboard.
Karena mendalamnya, membuat kami sering berbeda pendapat karena berbeda persepsi sehingga sering menimbulkan diskusi hangat, meski terkendala dengan bahasa.
Untuk mengatasai masalah bahasa, kami selalu didampingi fasilitator. Umumnya fasilitator kami mahasiswa UQ kandidat doktor dari Indonesia dengan koordinator seorang doktor IPB yang stay di Ausie mendampingi suaminya yang kerja di Ausie. Dr. Krisantini namanya, beliau luar biasa, selain cantik juga pintar dan rendah hati.
Host supervisor kami (Dr. Iean Russell) tak kalah luar biasanya. Pengalaman akademiknya berjibun, luar biasa banyak, sebagai pembicara seminar internasional, peneliti internasional, dan tulisannya banyak di jurnal internasional. Selain menguasai materi motodologi penelitian (khususnya kualitatif) beliau juga tipe dosen ideal; disiplin tapi lembut, perlahan dalam menyampaikan pesan, sabar, punya perhatian personal, wity (mampu menyampaikan sesuatu yang penting dengan rasa humor tanpa melucu). Beliau kelihatannya senang dengan kelas kami, yang hidup. Foto di atas adalah saat beliau bersedia di foto bersama saya sehabis penyampaian materi di kelas.
Senin depan, selama 3 minggu kami menjalani program "English for Educational Purposes (EforEP)" ya... semacam kursus bahasa inggris lah, kemarin dosen2nya telah memperkenalkan diri. Saya lihat dan rasakan sistem manajemen pengajaran di UQ tertata rapi. Seperti program kami ini, berjalan lancar dengan perencanaan dan koordinasi baik sebelumnya. Ini saya ketahui karena disaat memasuki program baru, beberapa saat sebelumnya sudah ada pihak yang konfirmasi, termasuk pihak yang akan mengisi acara. Mereka memperkenalkan diri, bahwa minggu depan team pengajarnya adalah ini itu dan dibawa serta secara fisik. Bahkan mereka sampaikan content materi yang akan dibawakan, serta minta masukan apakah materinya itu cocok, atau ada usul untuk merubahnya. Mereka siap untuk memodifikasi materi sesuai dengan kecocokan audience. E for EP direncanakan berakhir tanggal 6 Desember 2008. Dilanjutkan dengan materi lanjutan Metodologi riset.
Dalam 2 minggu, tanggal 8 s/d 19 Desember 2008, kami melanjutkan pembahasan tentang metodologi riset lain (selain paradigm positivist, constructivist, dan critical theory). Kami akan bahas Participatory methods, Survey techniques, Qualitative data collection (interview & FGD), Bayesian Belief Networks. Dan tentunya, masing2 kami harus sudah mempunyai draft proposal riset (hasil perenungan setelah mendapat pencerahan di minggu2 terdahulu). Dikatakan pencerahan, karena memang banyak diantara kami, terpaksa meninjau kembali proposalnya yang dulu dibawa dari Indonesia sudah mantap. Termasuk kawan2 yang telah melalui ujian proposal dan bahkan telah mengumpulkan data, rela merevisi kembali proposalnya agar sesuai dengan pemahaman baru yang telah terinternalisasi. Meski pemahaman itu datang dari doktor2 UQ namun setelah berdiskusi panjang akhirnya kami meyakininya. Inilah proses pendidikan yang seharusnya terjadi. Mahasiswa menjadi mengerti dan memahami melalui proses diskusi dengan sesama mahasiswa, sedangkan dosen sebagai fasilitator terjadi diskusi itu. Dosen mengarahkan dan memberi materi yang baik dan benar dengan sabar dan telaten, ibu punya bakat seperti itu (sabar dan telaten hehe....). Ingat peribahasa beras: "Beras menjadi putih bukan karena mesin slep, tetapi karena pergesekan sesama beras".
Kami menjalani libur panjang christmas dan new year, mulai 22 Desember sampai 9 januari. Dalam program, tertulis Self-directed development of research proposals, literature reviews and methods. Tapi ya gitu, selama itu kami tak tahu mau ngapain. Masak mau natalan bersama orang Ausie? hehe.... jangan2 kami dikira Aborigin hihi.....
Kami juga akan menjalani Idul adha disini. Kami sudah cari2 info, kemarin sholat Idul Fitri diselenggarakan di lapangan dekat pondokan. Kali ini direncanakan juga mau adakan sembelih kurban. Kami berencana untuk korban disini, 1 sapi untuk 7 orang. Insya Allah terlaksana, seperti halnya di tahun 2005 lalu ayah korban sapi di Dili.
Minggu2 berikutnya kami akan lalui dengan serangkaian seminar dan diskusi hasil pekerjaan kita masing2. Seluruh proposal penelitian kita akan di seminarkan, dengan peer review dari dosen senior UQ. Peserta juga datang dari kandidat doktor UQ dari Indonesia ditambah kandidat doktor UQ dari negara2 lain yang mempunyai minat yang sama dengan kami. Wah seru dong....... Kami agak grogi juga membaca schedule ini.
Sekian dulu ya bu, sun untuk anak2.
Motivasi terus anak2 untuk menguasai bahasa Inggris.
Bahasa Inggris menjadi senjata pertama dan utama dalam Globalisasi.
Banyak hal dapat dicapai dan diraih dengan menguasai bahasa Inggris.
Wassalam,
Assalamu'alaikum wr wb
Alhamdulillah, ibu masih sempat dan diberi kesempatan untuk menjalankan semua tugas dengan baik dan benar, semoga tetap mendapat kemudahan dan pertolongan dari Allah ta'ala. Amin.
Ya, masalah RT saya pikir, pengurus RT yang lain dapat melanjutkan pekerjaan ke RT an, mengenai Gakin sudah benar (coba ditawarkan ke pak Dahri, kalau mau?), ayah harap pak Emog berhasil kirim email ke ayah, sehingga bisa berkomunikasi lebih jauh, syukur kalau berlanjut. Nulis email itu ternyata tak gampang. Kadang macet setelah 2 atau 3 baris hehe..... (pengalaman pribadi).
Ranting Bagong bagaimana kabarnya, pengajian ahad pagi jalan terus? Persiapan Idul Adha bagaimana? Siapa jadinya khotibnya? Jadi pak Fasich?
Ayah juga bersyukur ibu masih sempat nulis email, meski jatah waktu nulisnya sudah malam mendekati jam 24 hehe.... jadi mesti ditutup dengan limang watt hehe....
Mengenai alQuran, ayah dulu juga pernah ditawari, ayah belum tertarik.
Titip salam aja untuk mas Tri, ibu datang sama siapa? anak2 diajak saja.
Dalam 2 minggu awal program ini, materi yang diberikan focus pada methodologi penelitian. Banyak hal yang dulu hanya kami ketahui, dengar dan tahu, sekarang dibahas secara mendalam dengan contoh2 internasional (sesuai dengan pengalaman pemateri). Selain pemateri dari The University of Queensland (UQ) juga ditampilkan pemateri kandidat doktor UQ dari Indonesia. Kebanyakan mereka hebat2, pemahaman dan penguasaan metodologi risetnya mengagumkan, membuat kami tercengang dan so pasti tak ngantuk hehe......
Seluruh materinya di sharekan lewat media pembelajaran elektronik yang bisa diakses lewat internet, sehingga kapanpun dan dimanapun dapat dibuka dan diunduh (download). Kalangan UQ menyebutnya Wiki dalam Blackboard.
Karena mendalamnya, membuat kami sering berbeda pendapat karena berbeda persepsi sehingga sering menimbulkan diskusi hangat, meski terkendala dengan bahasa.
Untuk mengatasai masalah bahasa, kami selalu didampingi fasilitator. Umumnya fasilitator kami mahasiswa UQ kandidat doktor dari Indonesia dengan koordinator seorang doktor IPB yang stay di Ausie mendampingi suaminya yang kerja di Ausie. Dr. Krisantini namanya, beliau luar biasa, selain cantik juga pintar dan rendah hati.
Host supervisor kami (Dr. Iean Russell) tak kalah luar biasanya. Pengalaman akademiknya berjibun, luar biasa banyak, sebagai pembicara seminar internasional, peneliti internasional, dan tulisannya banyak di jurnal internasional. Selain menguasai materi motodologi penelitian (khususnya kualitatif) beliau juga tipe dosen ideal; disiplin tapi lembut, perlahan dalam menyampaikan pesan, sabar, punya perhatian personal, wity (mampu menyampaikan sesuatu yang penting dengan rasa humor tanpa melucu). Beliau kelihatannya senang dengan kelas kami, yang hidup. Foto di atas adalah saat beliau bersedia di foto bersama saya sehabis penyampaian materi di kelas.
Senin depan, selama 3 minggu kami menjalani program "English for Educational Purposes (EforEP)" ya... semacam kursus bahasa inggris lah, kemarin dosen2nya telah memperkenalkan diri. Saya lihat dan rasakan sistem manajemen pengajaran di UQ tertata rapi. Seperti program kami ini, berjalan lancar dengan perencanaan dan koordinasi baik sebelumnya. Ini saya ketahui karena disaat memasuki program baru, beberapa saat sebelumnya sudah ada pihak yang konfirmasi, termasuk pihak yang akan mengisi acara. Mereka memperkenalkan diri, bahwa minggu depan team pengajarnya adalah ini itu dan dibawa serta secara fisik. Bahkan mereka sampaikan content materi yang akan dibawakan, serta minta masukan apakah materinya itu cocok, atau ada usul untuk merubahnya. Mereka siap untuk memodifikasi materi sesuai dengan kecocokan audience. E for EP direncanakan berakhir tanggal 6 Desember 2008. Dilanjutkan dengan materi lanjutan Metodologi riset.
Dalam 2 minggu, tanggal 8 s/d 19 Desember 2008, kami melanjutkan pembahasan tentang metodologi riset lain (selain paradigm positivist, constructivist, dan critical theory). Kami akan bahas Participatory methods, Survey techniques, Qualitative data collection (interview & FGD), Bayesian Belief Networks. Dan tentunya, masing2 kami harus sudah mempunyai draft proposal riset (hasil perenungan setelah mendapat pencerahan di minggu2 terdahulu). Dikatakan pencerahan, karena memang banyak diantara kami, terpaksa meninjau kembali proposalnya yang dulu dibawa dari Indonesia sudah mantap. Termasuk kawan2 yang telah melalui ujian proposal dan bahkan telah mengumpulkan data, rela merevisi kembali proposalnya agar sesuai dengan pemahaman baru yang telah terinternalisasi. Meski pemahaman itu datang dari doktor2 UQ namun setelah berdiskusi panjang akhirnya kami meyakininya. Inilah proses pendidikan yang seharusnya terjadi. Mahasiswa menjadi mengerti dan memahami melalui proses diskusi dengan sesama mahasiswa, sedangkan dosen sebagai fasilitator terjadi diskusi itu. Dosen mengarahkan dan memberi materi yang baik dan benar dengan sabar dan telaten, ibu punya bakat seperti itu (sabar dan telaten hehe....). Ingat peribahasa beras: "Beras menjadi putih bukan karena mesin slep, tetapi karena pergesekan sesama beras".
Kami menjalani libur panjang christmas dan new year, mulai 22 Desember sampai 9 januari. Dalam program, tertulis Self-directed development of research proposals, literature reviews and methods. Tapi ya gitu, selama itu kami tak tahu mau ngapain. Masak mau natalan bersama orang Ausie? hehe.... jangan2 kami dikira Aborigin hihi.....
Kami juga akan menjalani Idul adha disini. Kami sudah cari2 info, kemarin sholat Idul Fitri diselenggarakan di lapangan dekat pondokan. Kali ini direncanakan juga mau adakan sembelih kurban. Kami berencana untuk korban disini, 1 sapi untuk 7 orang. Insya Allah terlaksana, seperti halnya di tahun 2005 lalu ayah korban sapi di Dili.
Minggu2 berikutnya kami akan lalui dengan serangkaian seminar dan diskusi hasil pekerjaan kita masing2. Seluruh proposal penelitian kita akan di seminarkan, dengan peer review dari dosen senior UQ. Peserta juga datang dari kandidat doktor UQ dari Indonesia ditambah kandidat doktor UQ dari negara2 lain yang mempunyai minat yang sama dengan kami. Wah seru dong....... Kami agak grogi juga membaca schedule ini.
Sekian dulu ya bu, sun untuk anak2.
Motivasi terus anak2 untuk menguasai bahasa Inggris.
Bahasa Inggris menjadi senjata pertama dan utama dalam Globalisasi.
Banyak hal dapat dicapai dan diraih dengan menguasai bahasa Inggris.
Wassalam,

.jpg)
No comments:
Post a Comment